HMPS TBI Universitas Al-Qolam Gaungkan Seminar “Lentera Literasi”
- account_circle admin tbin
- calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
- visibility 70
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sayyidah Wulidatul Musarofah. Kamis, 21 Mei 2026
Universitas Al Qolam Malang
Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tadris Bahasa Indonesia (TBI) Universitas Al-Qolam Malang menyelenggarakan seminar bertema “Lentera Literasi” pada Senin (18/05/2026) di Laboratorium Terpadu Universitas Al-Qolam Malang. Kegiatan tersebut dikoordinatori oleh Zulfa Laifatul Lillah selaku Coordinator (CO) Departemen Akademik HMPS TBI.
Seminar ini dihadiri oleh mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia semester 2 hingga semester 6 serta jajaran dosen TBI. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan semangat literasi dikalangan mahasiswa, khususnya mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia.

Acara dipandu oleh Mochammad Khoiruddi dan Nadiatun Nikmah sebagai pembawa acara. Sebelum memasuki rangkaian inti kegiatan, seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya, Syubbanul Wathon, dan Mars Al-Qolam yang dipandu oleh Syahrotul Karimah. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Pelaksana, I’anatut Tholiba Simi. Sambutan kedua disampaikan oleh Ketua HMPS TBI, Abdul Basith, lalu seminar secara resmi dibuka melalui sambutan dari dosen TBI, Pak Izzy sapaan akrab Bapak Muhammad Masykur Baiquni.
Dalam sambutannya, Pak Izzy menegaskan pentingnya membangun budaya literasi di kalangan mahasiswa. Menurutnya, literasi harus menjadi budaya yang lahir dari tulisan dan pemikiran mahasiswa sendiri karena kemampuan berpikir juga merupakan hasil karya pribadi. Beliau juga menyampaikan motivasi kepada para peserta seminar dengan mengutip sebuah kata, “Apabila hari ini sama dengan hari kemarin, maka buat apa ada hari esok?.” Pesan tersebut mengandung makna bahwa setiap individu harus terus berkembang dan menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Selain itu, beliau juga menegaskan bahwa masa depan tidak terletak pada pekerjaannya, melainkan pada orang yang mengerjakannya. Melalui kegiatan seminar “Lentera Literasi” ini, HMPS TBI berharap mahasiswa semakin termotivasi untuk meningkatkan kemampuan literasi serta membangun budaya membaca dan menulis di lingkungan kampus.
Memasuki acara inti, seminar menghadirkan pemateri Shoffi Aulia Illah Arrojabiah yang merupakan Duta Perpustakaan Jawa Timur 2025. Dalam seminar bertema “Membangun Kepercayaan Diri Bersama Lentera Literasi” tersebut, ia menyampaikan pentingnya literasi sebagai bekal membangun rasa percaya diri di era digital.
Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa literasi tidak hanya sebatas membaca buku, tetapi juga bagaimana seseorang mampu menyampaikan kembali isi bacaan kepada orang lain. Menurutnya, arus informasi di media sosial saat ini sangat melimpah, namun tidak semua orang mampu menyaring informasi dengan baik. Ia juga menyebut media sosial sebagai “pedang bermata dua” yang dapat memberikan dampak positif maupun negatif, tergantung pada cara penggunanya memanfaatkan media tersebut.
Selain itu, beliau mengungkapkan bahwa rendahnya budaya literasi kritis dapat terjadi karena komunitas atau lingkungan literasi yang belum sepenuhnya memadai. Ia kemudian memaparkan rumus membangun kepercayaan diri dalam berliterasi. Menurutnya, langkah pertama adalah memiliki fondasi yang kuat berupa data, referensi, dan jurnal terpercaya. Ia menekankan bahwa sumber bacaan yang digunakan sebaiknya lebih dari tiga referensi agar informasi yang diperoleh lebih valid. Beliau juga menyoroti fenomena generasi saat ini yang cenderung menginginkan pengetahuan secara instan. Oleh karena itu, tenaga pendidik harus memahami fondasi, sistem, dan cara penyampaian materi yang tepat.

Langkah kedua yang dipaparkan ialah Hanya Estetika, yaitu kondisi ketika seseorang terlihat menarik dalam berbicara, memiliki retorika yang lancar, dan artikulasi yang baik, tetapi isi pembicaraannya kurang berbobot. Menurutnya, kemampuan public speaking yang baik harus disertai dengan pemahaman terhadap audiens agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.
Sementara itu, langkah ketiga adalah Ideal Harmony,yakni perpaduan antara kemampuan komunikasi yang menarik dengan dasar literasi yang kuat dan terpercaya. Menurut beliau, komunikasi yang baik harus ditopang oleh kedalaman data dan sumber literasi yang valid.
Dalam kesempatan tersebut, Beliau juga menyinggung pandangan masyarakat terhadap perpustakaan. Ia menjelaskan bahwa perpustakaan sering dianggap sebagai “gudang buku kaku” yang hanya dipenuhi arsip dan minim interaksi dinamis. Selain itu, perpustakaan juga kerap dipandang sebagai tempat sunyi dan membosankan yang hanya berisi tumpukan kertas. Melalui seminar ini, ia berharap mahasiswa mampu mengubah pandangan tersebut dan menjadikan perpustakaan sebagai ruang pengembangan ilmu pengetahuan dan kreativitas.
Setelah penyampaian materi selesai, rangkaian acara seminar dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Khairul Bashar. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara pemateri, panitia, dosen, dan seluruh peserta seminar. Sesi tersebut menjadi penutup dari rangkaian seminar “Lentera Literasi” yang diselenggarakan oleh HMPS Tadris Bahasa Indonesia Universitas Al-Qolam Malang.
- Penulis: admin tbin
