Berita Utama
light_mode
Trending Tags
Beranda » blog » Menjadi Bukan Sarjana Kertas

Menjadi Bukan Sarjana Kertas

  • account_circle admin tbin
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • visibility 305
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Senin, 20 April 2026

“Besi berkarat karena tidak pernah dipakai, air yang menggenang kehilangan kemurniannya dan membeku dalam suhu dingin, demikian pula kelambanan melemahkan kekuatan pikiran.” Leonardo da Vinci tokoh Renaisans.

Universitas Al Qolam Malang

Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali ath-Thusi mengingatkan kepada pembelajar, bahwa ada kondisi pembelajar yang beruntung, ada yang berisiko, bahkan ada yang merugi. Al Ghazali juga mewanti wanti kita pembelajar agar tidak berniat mencari ilmu untuk mencari kemuliaan, jabatan, dan harta. Al Ghazali menyampaikan pembelajaran yang mencari ilmu semata-mata untuk mendebat, bersikap sombong dan mengejar popularitas akan mendapatkan akhir hidup yang buruk.

April 2026 ini, Saya menemani mahasiswa bimbingan saya untuk diuji oleh tim penguji tugas akhir. Mahasiswa bimbingan saya meneliti karya J.S. Khairen yang berjudul Kami (Bukan) Sarjana Kertas dengan pendekatan teori psikologi sastra dan teori Emotional Spiritual Quotient (ESQ). Kajian ini menarik menurut saya. Karena isi novelnya sedang dialami oleh mungkin banyak mahasiswa yang sedang belajar di perguruan tinggi. Ini Pelajaran menarik yang bisa kita pelajari tentang seberapa pentingnya nilai-nilai ilmu dan juga ijazah.

Kutipan dari buku pertama dari serial Kami (Bukan) Sarjana Kertas “Alasan mereka masuk Kampus UDEL macama-macam. Ada yang otaknya tak mampu masuk negeri, ada yang orang tuanya tak cukup biaya masuk swasta unggul, ada pula yang karena……biar kuliah aja.”

Saya teringat betapa pentingnya memahami dan mengamalkan ilmu pengetahuan. Bukan Cuma tahu karena sekedar tahu adalah bagian dari ilusi yang kadang kita temui. Belajar itupun juga bertingkat mulai dari dasar hingga puncaknya. Seperti mulai dari Tingkat dasar hingga mahasiswa.

Kita yang tinggal di Nusantara khususnya Jawa, apabila kita pelajari dengan saksama. Sesungguhnya struktur keilmuan Jawa sudah rapi, memiliki level yang berbeda-beda. Ilmu kanoman untuk level anak muda, ilmu kanuragan untuk bekal pertarungan hidup, ilmu kadonyan untuk bekal dunia, ilmu kesepuhan untuk level orang tua, dan ilmu kasampurnan untuk kesempurnaan hidup. Semua level ini harus dimulai secara bertahap dari Tingkat paling bawah, tidak bisa loncat-loncat.

Zaman dahulu, setaraf anak anak sekolah -dan tentunya kuliah- anak muda diajari ilmu kanoman. Ilmu kanoman membahas tentang budi pekerti, tata krama, tata Susila, kemasyarakatan dan pengetahuan umum. Ujian sesungguhnya mereka adalah saat mereka bermasyarakat nantinya. Pepatah Tiongkok kuno mengatakan “ Kalau kamu malas angkat buku, kelak harus kuat angkat batu.”

Menjadi sarjana yang bukan dicap sebagai sarjana kertas, perlu niat yang benar, Hasrat belajar yang tinggi, waktu yang dikorbankan, guru yang mumpuni, biaya yang direlakan, ikhtiar jiwa raga dan amaliah nyata bagi Masyarakat. Filsuf Gothe dari Jerman berkata “Jangan pernah melewatkan sehari pun tanpa memandang karya seni yang sempurna, mendengarkan musik yang merdu, dan membaca buku yang terkenal.”

Seorang mahasiswa sudah selayaknya serius membaca dan banyak menulis. Dengan menulis mahasiswa atau pembelajar akan menyimpan ide-idenya yang luar biasa, menyimpan pemikiran besarnya. Jangan sampai semangat belajar, berpikir, dan mengamalkan ilmu lemah hanya karena kemalasan. Sebagai contoh sang Homo Universalis Leonardo da Vinci tidak pernah berhenti untuk mempelajari dan menulis penemuan-penemuannya dalam buku catatannya, Picasso 178 buku, dan Ibnu Sina lebih dari 450 karya.

  • Penulis: admin tbin

Rekomendasi Untuk Anda

  • HMJ Tadris Bahasa Indonesia Universitas Al-Qolam Gelar Seminar Bedah Buku “Pembelajaran Responsif Budaya” yang Meriah dan Penuh Wawasan

    HMJ Tadris Bahasa Indonesia Universitas Al-Qolam Gelar Seminar Bedah Buku “Pembelajaran Responsif Budaya” yang Meriah dan Penuh Wawasan

    • calendar_month Jumat, 12 Jul 2024
    • account_circle admin tbin
    • visibility 152
    • 9Komentar

    Malang, 8 Juli 2024 – Auditorium Universitas Al-Qolam Malang diramaikan dengan kegiatan seminar bedah buku “Pembelajaran Responsif Budaya” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tadris Bahasa Indonesia (TBI). Acara ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia dari semester 2 hingga 6, serta narasumber bedah buku yang kompeten, Dr. Ahmad Fauzi, M.Li. Seminar yang […]

  • Seminar di MTs. Nurul Huda Ngajum Malang

    Seminar di MTs. Nurul Huda Ngajum Malang

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle admin tbin
    • visibility 213
    • 11Komentar

    Bq. Sabtu 04 April 2026. Universitas Al Qolam, Malang. Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Sabtu (04/04/2026) diundang untuk menjadi narasumber dalam seminar literasi pendidikan dengan tema “Branding Madrasah dan Pengembangan Tri Pusat Pendidikan” di Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda Babadan Ngajum, Malang. Seminar pendidikan ini dihadiri olah pihak yayasan, para guru, para wali murid, dan semua murid […]

  • Pionir Inovasi: Ikatan Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (IPTABI) Menyelenggarakan Program Pelaksanaan Penelitian untuk Merangsang Kreativitas Akademis

    Pionir Inovasi: Ikatan Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (IPTABI) Menyelenggarakan Program Pelaksanaan Penelitian untuk Merangsang Kreativitas Akademis

    • calendar_month Selasa, 12 Apr 2022
    • account_circle admin tbin
    • visibility 144
    • 4Komentar

    Jakarta, Ikatan Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (IPTABI) telah mencatatkan prestasi gemilang dengan sukses menyelenggarakan program pelaksanaan penelitian yang bertujuan merangsang kreativitas dan kecemerlangan di kalangan dosen, peneliti, dan mahasiswa. Langkah-langkah progresif ini telah membawa pelaksanaan penelitian di lembaga ini mencapai puncak keunggulan. Program ini terfokus pada memberikan dukungan penuh bagi penelitian berbasis inovasi dan […]

  • DPA dan Pusara Komunikasi

    DPA dan Pusara Komunikasi

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle admin tbin
    • visibility 105
    • 9Komentar

    “Ada empat cara, dalam berhubungan dengan dunia. Kita dievaluasi dan digolongkan dalam empat car aini: apa yang kita lakukan, cara kita memandang, apa yang kita ucapkan, dan cara kita mengucapkannya.” Dale Carnegie.   Bq. Sabtu, 18 Juli 2026 Fakultas Tarbiyah Universitas Al Qolam Sebagai seorang dosen, tugas saya tidak hanya melaksanakan tri dharma perguruan tinggi. […]

  • Parenting Anak Bahagia Bersama Izzy Baiquni

    Parenting Anak Bahagia Bersama Izzy Baiquni

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle admin tbin
    • visibility 87
    • 5Komentar

    “Dalam mengajar, kita tidak dapat melihat hasil-hasilnya seketika. Hasil-hasilnya baru akan terlihat mungkin dua puluh tahun ke depan’ Jaques Barzun Bq. Senin 13 Juli 2026 Fakultas Tarbiyah Universitas Al Qolam Dosen Prodi Tadris Bahasa Indonesia Fakultas Tarbiyah Universitas Al Qolam Malang,  Muhammad Masykur Izzy Baiquni didapuk sebagai pemateri dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan […]

  • RAPAT KESIAPAN ACARA PENSI

    RAPAT KESIAPAN ACARA PENSI

    • calendar_month Jumat, 4 Mar 2022
    • account_circle
    • visibility 156
    • 4Komentar

    Admin Zhy

expand_less