Izzy Baiquni Isi Parenting Menyambut Hari Anak Nasional
- account_circle admin tbin
- calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
- visibility 20
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bq. Kamis, 16 Juli 2026.
Fakultas Tarbiyah Universitas Al Qolam Malang

Foto: Para wali murid peserta parenting
National Center for Education Statistic menghasilkan riset yang menjelaskan bahwa siswa cenderung mendapatkan nilai-nilai lebih tinggi apabila ayahnya sangat terlibat dalam kegiatan-kegiatan sekolah. Hubungan ini berlaku baik untuk ayah kandung, ayah tiri, atau ayah yang menjadi orang tua tunggal. Demikian juga keterliobatan ibu berhubungan dengan nilai yang dicapai anaknya di sekolah. Ketika ibu terlibat dalam kegiatan-kegiatan sekolah, siswa-siswa kelas enam sampai kelas dua belas memiliki tingkat tidak naik kelas atau dikeluarkan dari sekolah yang rendah.
Tingginya keterlibatan orang tua di sekolah dapat dilihat dari peran sertanya dalam tiga atau empat kegiatan sekolah. Menghadiri rapat umum sekolah, menghadiri pertemuan rutin orang tua siswa dengan guru, meghadiri acara-acara khusus kelas, atau menjadi sukarelawan dalam kegiatan-kegiatan tertentu.
Kamis, (16/07/2026). Bertempat di Surau Pondok Pesantren Al Hidayah Desa Sumberejo Pagak kabupaten Malang. Parenting Day wali murid kelas VIII, IX, XI, dan XII MTs. dan MA Roudlotul Ulum Pagak dilaksanakan. Mengambil tema “Membangun Sinergi Orang Tua dan Madrasah dalam Membentuk Generasi Berakhlak Mulia dan Berprestasi.” Sebagai awal dalam pembelajaran tahun 2026/2027.
Kamis (16/07/2026) saat waktu menunjukkan pukul 09.00 Wib. hingga selesai. Muhammad Masykur Izzy Baiquni dosen Universitas Al Qolam Malang memberikan pemaparan dalam kegiatan seminar parenting tersebut.
Izzy berkata bahwa program orang tua dengan guru atau pendidik madrasah bisa berwujud: halaqah, parenting days, happy family; parents job description, dan buku penghubung. Maka untuk mendukung tercapainya Pendidikan di madrasah, perlu sinergi antara lembaga pendidikan, keluarga, masyarakat, dan media.

Foto: Muhammad Masykur Izzy Baiquni mengisi parenting
Problematik yang sering terjadi pada umumnya antara orang tua dengan guru di sekolah yaitu 1) enggan membayar/mensupport biaya pendidikan, 2) kurang suka diajak bermusyawarah oleh pendidik, 3) sering memprotes pendidik tanpa tabayyun terlebih dahulu, 4) enggan menanyakan perkembangan tumbuh kembang fisik dan psikis anak, dan 5) enggan berkonsultasi dengan pendidik.
Dialog dan audiensi dilakukan antara peserta dengan pemateri. Peserta antusias menyampaikan beberapa masalah yang mereka temui. Masalah terkadang berupa masalah komunikasi, potensi, pelajaran, hingga rencana karier siswa ke depannya.
Dari diskusi-diskusi yang dilakukan antara wali murid dengan para guru. Diharapkan rencana pembelajaran bisa mencapai visi misi madrasah yang telah ditetapkan. Siswa bisa mengembangkan potensi sesuai potensi masing-masing, serta catur pusat pendidikan bisa saling sinergi.
Selanjutnya, guru-guru selayaknya mengambil peran-peran sebagai pemimpin yang aktif di sekolah. Banyak upaya-upaya yang guru fokuskan pada praktek belajar yang efektif dan bagaimana menerapkannya di sekolah masing-masing. Tujuan utamanya adalah menggunakan data hasil riset untuk memperbaiki dan mengembangkan parktik-praktik pendidikan,
- Penulis: admin tbin
