Berita Utama
light_mode
Trending Tags
Beranda » BERITA » GENERASI MUDA DAN PENDIDIKAN KERAS VERBAL: PERSPEKTIF MAHASISWA TBI AL-QOLAM DAN UNISMA DALAM KAJIAN LINTAS HIMA

GENERASI MUDA DAN PENDIDIKAN KERAS VERBAL: PERSPEKTIF MAHASISWA TBI AL-QOLAM DAN UNISMA DALAM KAJIAN LINTAS HIMA

  • account_circle admin tbin
  • calendar_month Minggu, 1 Sep 2024
  • visibility 140
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Malang, 6 Agustus 2024 – Isu hangat seputar pendidikan karakter generasi muda menjadi sorotan dalam kajian lintas HIMA yang digelar di Café Stay With Me. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa (TBI) Universitas Al-Qolam (UNIQ) dari berbagai semester serta mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Islam Malang (Unisma) yang turut berpartisipasi aktif. Dari dua instansi yang berbeda, kajian lintas hima ini menghadirkan perdebatan dan pertanyaan yang harus dibahas mengenai relevansi pendidikan keras secara verbal dalam membentuk karakter pemuda masa ini.

“Pendidikan yang baik bukan hanya tentang menanamkan pengetahuan, tetapi juga tentang membangun karakter. Karakter yang kuat membantu seseorang menghadapi tantangan dengan kepercayaan diri dan kejujuran.”~ Martin Luther King

Dua pemateri utama, Rizal Khamdi dari Unisma dan Alfarizi dari UNIQ, menyajikan perspektif berbeda namun saling melengkapi. Rizal Khamdi mengkritisi efektivitas metode pendidikan keras di era modern. Menurutnya, pendekatan yang lebih humanis dan berfokus pada potensi individu lebih relevan untuk membentuk karakter yang kuat dan mandiri. Rizal menekankan pentingnya komitmen, kerja keras, dan kekompakan dalam sebuah tim.

Sementara itu, Alfarizi mengakui adanya sisi positif dari pendidikan keras, namun ia juga menyoroti potensi dampak negatifnya, seperti trauma psikologis dan penurunan motivasi belajar. Alfarizi menekankan pentingnya mencari keseimbangan antara disiplin dan kasih sayang dalam mendidik.

Diskusi yang dimoderatori oleh Zahwa, mahasiswa TBI Universitas Al-Qolam, semakin memanas ketika para peserta aktif menyuarakan pendapat mereka. Dia sendiri turut menambahkan bahwa metode tarik ulur antara senior dan junior atau pendidik dan peserta didik memainkan peran penting dalam pendidikan. Menurutnya, metode ini bukan berarti kembali ke pendidikan keras yang menyiksa, tetapi lebih pada dinamika sehat antara memberikan kebebasan dan batasan.

“Saya melihat bahwa metode tarik ulur memiliki peran yang penting. Tarik ulur ini bukan berarti kita harus kembali pada metode pendidikan keras yang menyiksa, tetapi lebih kepada sebuah dinamika yang sehat antara memberikan kebebasan dan memberikan batasan.” Ujar moderator.

Menurut moderator, melalui tarik ulur dalam sebuah organisasi, tim dapat belajar untuk bertanggung jawab atas pilihannya, sekaligus memahami konsekuensi dari setiap tindakan. Zahwa juga menekankan pentingnya apresiasi dalam membangun semangat tim.  “Jangan lupa untuk memberikan apresiasi kepada anggota yang aktif dan berprestasi,” katanya. Apresiasi akan membuat mereka merasa dihargai dan termotivasi untuk terus berkontribusi. Dengan metode tersebut, dapat memberikan ruang bagi kreativitas dan inovasi, kita dapat mendorong anggota dan pengurus untuk mengembangkan potensi diri mereka. Namun, kita juga perlu memberikan batasan yang jelas agar mereka tidak keluar dari jalur.

Diskusi ini membawa implikasi yang signifikan bagi dunia pendidikan dan mulai berbagi pengalaman serta menceritakan keluh kesah pribadi. Ada yang bertanya, “Bagaimana jika pendidikan keras secara verbal diimplementasikan dalam lembaga pendidikan (sekolah) ? Apakah relevan, dengan perkembangan zaman sekarang!” tanya peserta kajian.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Rizal Khamdi menekankan pentingnya pendidik untuk proaktif dalam memahami kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh peserta didik. “Kita perlu masuk ke dalam dunia mereka untuk mengetahui apa yang perlu ditingkatkan dan dievaluasi,” ujarnya. Rizal juga menekankan bahwa penanaman nilai-nilai karakter secara efektif menjadi tantangan tersendiri bagi pendidik.

Dalam konteks organisasi mahasiswa dan lembaga pendidikan, kajian lintas HIMA yang diadakan di Café Stay With Me menyoroti pentingnya keseimbangan dalam pendekatan pendidikan karakter generasi muda. Diskusi ini menyimpulkan bahwa metode pendidikan keras secara verbal perlu dievaluasi ulang dengan mempertimbangkan potensi dampak negatifnya, seperti trauma psikologis dan penurunan motivasi belajar. Sebaliknya, pendekatan yang lebih humanis dan berfokus pada potensi individu dinilai lebih relevan dalam membentuk karakter yang kuat dan mandiri.

Pentingnya metode tarik ulur dalam hubungan antara pendidik dan peserta didik, serta antara senior dan junior dalam organisasi mahasiswa, juga menjadi sorotan utama. Metode ini, yang menggabungkan disiplin dengan kasih sayang serta kebebasan dengan batasan, dianggap mampu menciptakan dinamika yang sehat dan mendukung perkembangan karakter peserta didik. Selain itu, apresiasi terhadap kontribusi dan prestasi anggota organisasi atau peserta didik dinilai penting untuk memotivasi mereka. Dalam konteks ini, pendidik diharapkan lebih proaktif dalam memahami kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh peserta didik, serta mampu menanamkan nilai-nilai karakter melalui metode pembelajaran yang responsif dan inovatif sesuai dengan perkembangan zaman.

Diskusi ini menggarisbawahi pentingnya inovasi dan adaptasi dalam pendekatan pendidikan karakter, serta perlunya kolaborasi dan komunikasi yang baik antara pendidik dan peserta didik untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif dan suportif.

penulis: Nabila Dwi Zanuba

  • Penulis: admin tbin

Rekomendasi Untuk Anda

  • HMJ Tadris Bahasa Indonesia Universitas Al-Qolam Gelar Seminar Bedah Buku “Pembelajaran Responsif Budaya” yang Meriah dan Penuh Wawasan

    HMJ Tadris Bahasa Indonesia Universitas Al-Qolam Gelar Seminar Bedah Buku “Pembelajaran Responsif Budaya” yang Meriah dan Penuh Wawasan

    • calendar_month Jumat, 12 Jul 2024
    • account_circle admin tbin
    • visibility 155
    • 9Komentar

    Malang, 8 Juli 2024 – Auditorium Universitas Al-Qolam Malang diramaikan dengan kegiatan seminar bedah buku “Pembelajaran Responsif Budaya” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tadris Bahasa Indonesia (TBI). Acara ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia dari semester 2 hingga 6, serta narasumber bedah buku yang kompeten, Dr. Ahmad Fauzi, M.Li. Seminar yang […]

  • Persembahan Penuh Makna: Mahasiswa Warnai Semangat Kepahlawanan melalui Literasi dalam Peringatan Hari Pahlawan

    Persembahan Penuh Makna: Mahasiswa Warnai Semangat Kepahlawanan melalui Literasi dalam Peringatan Hari Pahlawan

    • calendar_month Selasa, 8 Nov 2022
    • account_circle admin tbin
    • visibility 133
    • 3Komentar

    Dalam momen yang penuh makna peringatan Hari Pahlawan, mahasiswa dari berbagai jurusan di IAI Al qolam Malang menampilkan perfom kreatif yang menggugah jiwa dan mewarnai semangat kepahlawanan melalui literasi. Acara bertajuk “Mewarnai Semangat Kepahlawanan: Literasi untuk Masa Depan” ini menghadirkan gabungan seni, sastra, dan dedikasi pada nilai-nilai kepahlawanan. Panggung acara diramaikan oleh sejumlah penampilan unik. […]

  • STORYTELLING WORKSHOP [Pelatihan Mendongeng bersama Kak Awam Prakoso]

    STORYTELLING WORKSHOP [Pelatihan Mendongeng bersama Kak Awam Prakoso]

    • calendar_month Kamis, 16 Jun 2022
    • account_circle
    • visibility 138
    • 2Komentar

    Dokumentasi Pembukaan Pelatihan Mendongeng Kak Awam Prakoso merupakan pendongeng nasional, sekaligus founder dari Kampung Dongeng Indonesia, yang kini telah tersebar di hampir 200 titik pada 26 provinsi Indonesia. Sejak 1999, Kak Awam telah menekuni dunia dongeng serta dunia anak-anak, pernah meraih penghargaan KPAI Award, meraih rekor muri mendongeng, serta berbagai penghargaan lainnya. Selain dinobatkan sebagai […]

  • Parenting Anak Bahagia Bersama Izzy Baiquni

    Parenting Anak Bahagia Bersama Izzy Baiquni

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle admin tbin
    • visibility 87
    • 5Komentar

    “Dalam mengajar, kita tidak dapat melihat hasil-hasilnya seketika. Hasil-hasilnya baru akan terlihat mungkin dua puluh tahun ke depan’ Jaques Barzun Bq. Senin 13 Juli 2026 Fakultas Tarbiyah Universitas Al Qolam Dosen Prodi Tadris Bahasa Indonesia Fakultas Tarbiyah Universitas Al Qolam Malang,  Muhammad Masykur Izzy Baiquni didapuk sebagai pemateri dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan […]

  • Pementasan Teater A19 Lakon Ayahku Pulang

    Pementasan Teater A19 Lakon Ayahku Pulang

    • calendar_month Jumat, 28 Jan 2022
    • account_circle admin tbin
    • visibility 187
    • 6Komentar

    Syaifudin Zuhri

  • Rahasia Sukses Berpidato

    Rahasia Sukses Berpidato

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle admin tbin
    • visibility 114
    • 7Komentar

    Izzy Bq. Ahad, 05 Juli 2026 “Kepandaian berpidato berarti tindakan, dan mata orang bodoh jauh lebih tajam daripada telinga mereka” Shakespeare   Fakultas Tarbiyah Universitas Al Qolam Malang Sabtu 04 Juli 2026. Saya diminta untuk menjadi juri dalam lomba Pidato Bahasa Indonesia yang dilaksanakan oleh Porsadin Kabupaten Malang. Acara ini berpusat di Pondok Pesantren Al […]

expand_less