Literasi di PAI
- account_circle admin tbin
- calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
- visibility 16
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Izzy. Rabu, 15 Juli 2026

Foto: Penyerahan sertifikat penghargaan lokakarya
Fakultas Tarbiyah Universitas Al Qolam Malang
Mengulas tentang tulisan sangatlah beragam. Kita bisa menulis artikel hasil penelitian, artikel ilmiah nonpenelitian, artikel ilmiah popular, berita, biografi, cerpen, esai, formular, hasil wawancara, kritik sastra, makalah, petunjuk dalam kemasan, feature, puisi, resensi buku, opini, dan masih banyak lagi.
Apakah Anda seorang mahasiswa?. Apakah Anda pernah menulis artikel ilmiah?. Apakah Anda sedang menyiapkan tugas akhir?. apakah Anda ingin menjadi penulis?. Ataukah Anda bukan dari salah satu pertanyaan itu?.
Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam mengundang saya untuk menjadi pemateri dalam Lokakarya bertema “Berdaya dengan Tulisan: Penguatan Literasi Akademik Mahasiswa PAI.” Acara di Auditorium Al Qolam dengan peserta mahasiswa semester 2 dan 4 Prodi PAI. Mereka memelih hari Rabu 15 Juli 2026.

Foto: Foto bersama mahasiswa PAI
Menulis merupakan keterampilan berbahasa setelah menyimak, berbicara, dan membaca. Menjadi penulis harus diawali dengan ketiga keterampilan tersebut khususnya membaca. Every writer is reader kata John F. Kennedy. Kalau kita lemah didalam membaca, kita akan enemukan kesulitan di dalam menulis. Penulis adalah seseorang yang bertindak sebagai komunikator atau orang yang melakukan Tindakan menyampaikan ide atau gagasan, baik berupa hasil temuan penelitian atau analisis kritis.
Tentunya saya perlu mengajak teman-teman mahasiswa yang hadir untuk memiliki budaya literasi. Literasi yang saat ini sudah sangat berkembang dari sekedar bisa menulis dan membaca. Karena berbudaya literat maka sikap kita tidak hanya insidental hanya pada moemn-momen tertentu saja. Saya sangat mendukung mereka mengembangkan budaya literasi. Anatole France menegaskan “Sembilan per sepuluh dari pendidikan adalah dukungan (kepada siswa/mahasiswa).”
Dosen dan Mahasiswa haruslah menuju pada pembelajarn literasi yang saat ini sudah pada abad ke-21. Mereka akan memiliki kesempatan atau peluang mengembangkan dirinya menjadi komunikator yang kompeten. Pembelajaran yang mengembangkan budaya literasi di kampus akan mencapai beberapa tujuan yang ada. Satu: membentuk mahasiswa menjadi pembaca, penulis, dan komunikator yang strategis. Dua: Meningkatkan kemampuan berpikir dan mengembangkan kebiasaan berpikir mahasiswa. Tiga: Meningkatkan dan memperdalam motivasi belajar mahasiswa. Empat: Mengembangkan kemandirian mahasiswa sebagai pemelajar yang kreatif, inovatif, produktif, dan berkarakter seperti ditulis oleh The Ontario Ministry of Education.

Foto: Izzy bersama pejabat struktural Al Qolam dan mahasiswa PAI
Tahapan sederhana dalam menulis artikel antara lain dengan: menemukan ide, mencari bahan referensi, membuat outline, free writing, menulis ulang naskah atau merevisi tulisan, dan memyunting naskah.
Saya berharap acara ini bisa memicu semangat berbudaya literasi bagi yang belum dan meningkatkan keterampilan menulis bagi yang sudah berjalan.
- Penulis: admin tbin
