Berita Utama
light_mode
Trending Tags
Beranda » BERITA » HMPS TBI Universitas Al-Qolam Gelar Halal bi Halal dan Sarasehan, Tekankan Peran SDM dalam Organisasi

HMPS TBI Universitas Al-Qolam Gelar Halal bi Halal dan Sarasehan, Tekankan Peran SDM dalam Organisasi

  • account_circle admin tbin
  • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
  • visibility 114
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

sayyidah wulidatul musarofah, Jum’at 17 April 2026

Universitas Al Qolam, Malang.

Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS)  Tadris Bahasa Indonesia (TBI) Universitas Al-Qolam Malang, menyelenggarakan kegiatan Halal-bihalal dan Sarasehan pada hari kamis (16/04/2026) yang berlokasi di rumah saudari Ana Fitriah selaku Koordinator (CO) jaringan yang berlokasi di Desa Ganjaran,Kecamatan Gondanglegi,Kabupaten Malang.

Kegiatan ini mengusung tema “Merajut Silaturahmi,Menumbuhkan Kebersamaan Dengan Bahasa”, dan dihadiri oleh mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia semester 2 hingga semester 6, serta jajaran dosen TBI. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat kebersamaan dan meningkatkan kekompakan antar mahasiswa dalam lingkungan program studi.

            Acara dipandu oleh pembawa acara Ahmad Kamiludin. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua HMPS TBI, Abdul Basith, kemudian dilanjutkan oleh Ketua Program Studi, Dr. Kholik, M.Pd. Kegiatan selanjutnya adalah pembacaan tahlil bersama yang dipimpin oleh Muhammad Rusli.

            Memasuki acara inti yaitu penyampaian ilmu yang disampaikan oleh bapak Dr. Muhammad Masykur Baiquni, M.Pd., yang juga merupakan dosen Tadris Bahasa Indonesia. Dalam pemaparannya Beliau menjelaskan tentang mahasiswa aktif berorganisasi berbasis kekuatan SDM, bukan sekadar dana. Bahwasannya kegiatan pembinaan organisasi mahasiswa menekankan pentingnya membangun organisasi yang aktif dan berdaya melalui kekuatan sumber daya manusia (SDM), bukan semata-mata mengandalkan dana.

            Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa terdapat dua tipe organisasi. Pertama, organisasi yang hanya dapat berjalan jika memiliki dana. Kedua, organisasi yang mengutamakan loyalitas anggotanya, di mana kekuatan utama bukan terletak pada dana, melainkan pada manusia yang menggerakkannya. “Jika manusianya ada, maka ciptakan kegiatan. Dengan begitu, organisasi akan tetap hidup dan berkembang,” ujarnya.

            Ia juga mengingatkan pentingnya sikap tidak transaksional dalam berorganisasi. Menurutnya, individu yang bergabung dengan organisasi dengan orientasi keuntungan pribadi cenderung tidak bertahan lama. “Di awal mungkin terasa nyaman, tetapi seiring waktu bisa tergeser oleh pihak lain yang memiliki modal lebih besar,” tambahnya.

            Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kekuatan utama organisasi, khususnya Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), terletak pada anggotanya sendiri. Oleh karena itu, keterlibatan aktif mahasiswa menjadi kunci utama keberlangsungan organisasi.

            Dalam kegiatan organisasi, tantangan dan kesulitan merupakan hal yang tidak terhindarkan. Namun, hal tersebut justru dinilai sebagai proses yang baik dalam membentuk karakter dan mengembangkan potensi diri. “Jiwa muda memang harus siap menghadapi benturan. Dari situlah proses belajar terjadi,” ungkapnya.

            Selain itu, ia juga mengutip pendapat Imam Syafi’i yang menyatakan, “Jika kamu tidak sanggup menahan lelahnya belajar, maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan.” Kutipan tersebut menjadi pengingat akan pentingnya kesungguhan dalam menuntut ilmu. Ia menambahkan bahwa ilmu dan keyakinan memiliki peran yang sama penting. Ilmu berfungsi untuk mempercepat pencapaian, sementara keyakinan menjadi penentu arah dalam mencapai tujuan.

Setelah penyampaian materi selesai dilanjut dengan makan dan sesi foto bersama sebagai penutup pada sesi acara halal-bihalal dan sarasehan.

  • Penulis: admin tbin

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less