Menjaga Budaya Belajar Melalui Ujian Tugas Akhir
- account_circle admin tbin
- calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
- visibility 17
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Menjaga Mutu Melalui Ujian Tugas Akhir
Izzy. Kamis, 23 Juli 2026
Fakultas Tarbiyah Universitas Al Qolam Malang

Program Studi Tadris Bahasa Indonesia merupakan program studi yang harus menjadi tolok ukur karya ilmiah mahasiswa. Menulis adalah budaya yang harus melekat pada civitas akademika program studi Tadris Bahasa Indonesia. Oleh sebab itu, sangatlah wajar bila keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis betul-betul menjadi perhatian khusus untuk terus dijaga dan dikembangkan.
Selasa (14/07/2026) dilaksanakan pembukaan ujian untuk mahasiswa yang selesai dengan tugas akhir. Ujian ini dilaksanakan dua gelombang, yaitu pada hari selasa 14 Juli 2026 dan pada selasa 21 Juli 2026. Semua mahasiswa yang akan diuji siap untuk mempertanggungjawabkan kredibitas penelitian tugas akhir mereka.
Ada dua model karya tugas akhir yang diujikan yakni karya ilmiah berbentuk skripsi dan karya ilmiah artikel penelitian yang akan diunggah di jurnal. Penguji setiap jenis penelitian disesuaikan dengan keahlian para dosen. Hal ini untuk menjaga kualitas hasil dan memberikan pelayanan terbaik.

Di sini, potensi mahasiswa akan terlihat. Potensi adalah anugerah dari Allah Swt. Namun, potensi ini bisa jadi tidak digali dengan maksimal, akibatnya terkadang materi yang diteliti belum sesuai dengan keahlian peneliti. Henry Ford berkata “Tidak ada orang yang hidup yang tidak mampu mengerjakan lebih dari yang ia piker dapat ia lakukan.”
Dosen juga berusaha untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa agar meningkatkan gairah belajar mereka. Gairah adalah bahan bakar bagi kemauan. Jika Kita menginginkan sesuatu, Kita akan menemukan daya kemauan di dalamnya. Jika kita memiliki gairah belajar maka kita akan menemukan daya kemauan dalam belajar.
Di dalam menyelesaikan tugas akhir, kita akan belajar untuk menyelesaikan masalah sesuai dengan teori keilmuan, pendekatan penelitian, pola berpikir ilmiah, dan sikap ilmiah. Harapannya adalah, disaat mahasiswa telah lulus dan hidup bermasyarakat, mereka memiliki kemampuan untuk membantu menyelesaikan masalah Masyarakat dengan pola piker ilmiah. Setiap mereka menyelesaikan masalah Masyarakat sesuai dengan bidang studi yang ditekuni, mereka akan menjadi semakin baik dalam proses penyelesaian itu.
Maka peningkatan diri penting terus dilakukan. Kritikus Samuel Johson memberikan nasihat “Orang yang hanya memiliki sedikit pengetahuan tentang sifat-sifat manusia sehingga mencari kebahagian dengan cara mengubah segala sesuatu selain karakternya sendiri, ia akan menghabiskan hidupnya dalam Upaya yang sia-sia serta melipatgandakan kesedihan yang ingin ia singkirkan.”
- Penulis: admin tbin
